bakteri tramp oil metal coolant

Metalworking fluid atau coolant untuk mesin CNC yang telah terkontaminasi oleh tramp oil seperti pada gambar di atas harus segera dibersihkan. Jika tidak, maka akan timbul masalah bakteri yang menyebabkan banyak kerugian. Bakteri harus menjadi hal yang sangat diperhatikan dalam aplikasi metalworking fluids (coolant).

Jenis Bakteri
Bakteri terdiri atas dua jenis yaitu bakteri aerob dan bakteri anaerob. Bakteri aerob memerlukan oksigen untuk pekembangannya. Berkembang biak dengan cara membelah diri setiap 20-30 menit. Berikut adalah simulasi pertumbuhan baketri aerob dalam waktu 12 jam.

1 Jam               8
3 Jam               512
6 Jam               262.000
9 Jam               134.000.000
10 Jam             268.000.000
12 Jam             1.032.000.000

Selain bakteri aerob, dikenal juga tipe bakteri anaerob yang dapat tumbuh tanpa adanya oksigen. Bakteri ini berkembang biak membelah diri setiap 4 jam sekali dan biasanya tumbuh setelah coolant pada mesin sudah terkontaminasi bakteri aerob. Mengendalikan pertumbuhan bakteri sangat penting untuk keberhasilan manajemen coolant.

masalah metalworking fluid
Tramp Oil Skimmer

Tramp Oil Sebagai Makanan Bakteri
Tramp oil adalah salah satu sumber makanan bakteri. Karena itu, bakteri dapat tumbuh cepat pada mesin yang tangki olinya bocor (banyak mengandung tramp oil). Itulah mengapa tramp oil harus segera dibersihkan.

Masalah Bakteri
Bakteri dapat menurunkan performa coolant. Bakteri SRB (Sulphate Reducer Bacteria) dapat menyebabkan masalah korosi dan bau tidak sedap seperti bau telur busuk. Hal ini karena aktivitas SRB akan menghasilkan H2S yang berbau telur busuk. H2S bersifat asam sehingga menimbulkan masalah korosi. Masalah lain, bakteri ini juga dapat menyebabkan coolant pada tangki mesin berubah menjadi hitam jika disertai dengan kehadiran besi.

Semakin banyak bakteri, semakin besar masalah metalworking fluids yang terjadi. Karena itu, bakteri harus dihilangkan atau laju pertumbuhannya dihambat.

Penting untuk dipahami, hanya sebagian kecil bakteri yang terkandung di dalam coolant. Kebanyakan bakteri ditemukan menempel pada sisi-sisi tangki, bagian bawah tangki, bercampur dengan chip bahkan pada pipa-pipa mesin.

Cara Mengontrol Pertumbuhan Bakteri
Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah metalworking fluids khususnya untuk mengurangi laju pertumbuhan bakteri:

  • Gunakan metalworking fluids / coolant yang mengandung biocide, atau tambahkan biocide pada sisi tangki sesuai kebutuhan
  • Gunakan oil skimmer pada tangki coolant untuk membersihkan tramp oil yang merupakan makanan bakteri
  • Kontrol aplikasi metalworking fluids sesuai dengan prosedur, seperti memastikan konsentrasi yang tepat
  • Gunakan air rendah mineral atau lebih baik lagi akuades, karena mineral juga merupakan makanan bakteri
  • Kontrol tramp oil dan cek pH secara berkala
  • Jaga kondisi mesin agar tetap bersih, bersihkan chip pada mesin
masalah jamur pada metalworking fluids
Masalah Jamur

Masalah Jamur
Jamur membuat mesin dan coolant menjadi kotor. Jamur yang tumbuh pada dasar tangki akan lebih maksimal jika dibersihkan dengan cara mekanis dibandingkan dengan menggunakan bahan kimia. Biocide dan fungicide tidak dapat membersihkan jamur pada dasar tangki dengan sempurna.

Secara umum, mineral yang terkandung di dalam air merupakan sumber makanan bagi jamur. Oleh karena itu, penggunaan air murni atau air rendah mineral juga membantu meminimalisir pertumbuhan jamur.

Untuk menjadi perhatian, coolant sintetik lebih mudah terserang jamur dibanding coolant emulsi. Sedangakan coolant emulsi lebih mudah terserang bakteri dibanding coolant sintetik.

Reff. Technical Buletin Master Fluid Solution

Silakan share ke: