corrosion inhibitor chemical

Menyambung artikel tentang jenis jenis korosi yang telah dimuat sebelumnya, selanjutnya perlu diketahui cara pemakaian corrosion inhibitor chemical yang sesuai untuk mencegah korosi lebih efektif. Setiap sistem memerlukan corrosion inhibitor yang berbeda.

Crude oil line, water flood system, sistem boiler, gas plant dan lainnya memerlukan jenis dan cara pemakaian chemical yang berbeda.

Tiga cara pemakaian corrosion inhibitor yaitu:

  • Continuous injection
  • Batch treatment
  • Squeeze

1. Continuous Injection
Injeksi chemical berjalan terus-menerus tanpa henti (24 jam per hari). Cara ini biasanya dipakai pada:

  • Flowlines dan pipelines di oilfield
  • Sistem boiler
  • Pemompaan via slipstream ke dalam annulus
  • Hydraulic pump wells via power oil
  • Gas lines via quills
  • Downhole injection via macaroni, downhole injection valves, gas lift valves

2. Batch Treatment
Chemical digunakan sekaligus. Batch treatment terdiri atas 3 macam, yaitu (1) Standard batch (sekali lewat) (2) Extended batch (disirkulasi), dan (3) Tubing displacement, injeksi melalui tubing, turun ke bawah dan naik lagi.

corrosion inhibitor chemical batch treatment

3. Squeeze Treatment
Caranya dengan menginjeksikan corrosion inhibitor chemical ke dalam formasi. Selanjutnya, secara perlahan-lahan chemical akan naik ke permukaan untuk memberikan perlindingan korosi.

Pencegahan Korosi Pada Gas Lift

  • Mengatomisasikan inhibitor ke dalam aliran gas melalui quill
  • Memerlukan inhibitor yang diformulasi khusus supaya tidak memisah atau membentuk gel di dalam sumur (karena panas)

Secara umum, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian corrosion inhibitor chemical adalah;

  • Memperhatikan cara mengantar corrosion inhibitor ke bagian yang cendrung korosi
  • Untuk sistem atau pipa yang banyak airnya perlu menggunakan inhibitor water soluble, untuk sistem yang banyak minyaknya menggunakan chemical yang oil soluble untuk menghantar chemical lebih baik
  • Perlu pencampuran (mixing) yang baik dengan fluida yang berada di dalam sistem
  • Untuk aplikasi di sistem gas, sangat disarankan menggunakan sprayer injector (lihat gambar paling atas) sehingga mixingnya lebih baik
  • Minyak ringan yang mudah memisah menjadi minyak dan air perlu diberi corrosion inhibitor untuk melindungi pipa, biasanya chemical diinjeksikan secra continue pada wellheads
  • Sumur minyak yang umurnya semakin tua, produksi airnya makin meningkat sehingga pipa produksi perlu dilindungi dengan downhole injection atau squeezing batch
  • Pada sistem boiler biasanya menggunakan continuous injection

Adapun masalah yang perlu diperhatikan bila menggunakan corrosion inhibitor adalah;

  • Foaming, karena corrosion inhibitor mengandung surfaktan. Untuk menghindari masalah ini, pastikan dosis chemical tidak berlebih
  • Terjadi emulsi ketat dan tidak mau memisah, ini terutama bila menggunakan cara batch atau squeeze. Untuk menghindari masalah ini, lakukan test skala lab terlebih dahulu untuk memilih chemical yang aman
  • Kotoran pada pipa rontok, air menjadi kotor dan formasi dapat mampet. Ini biasanya terjadi pada water injection well (WIW). Untuk menghindari masalah ini, saat ada gejala air keruh, air dari WIW sementara dimasukkan ke wash tank (jangan dimasukkan ke dalam formasi). Setelah aman, sistem dikembalikan seperti semula.

Untuk permintaan sampel dan info lebih lanjut tentang corrosion inhibitor chemical silakan hubungi kami.

Silakan share ke: