coolant additive metalworking fluids

Coolant additive adalah salah satu komponen coolant yang jenisnya bermacam-macam dengan fungsi yang berbeda-beda. Jenis additive yang digunakan pada coolant disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Cara pemakainnya bisa langsung diblending sebagai formula coolant, atau ditambahkan ke larutan coolant yang sedang dipakai di lapangan. Untuk cara kedua ini sering disebut dengan istilah tankside consentrate (TC).

Jenis-jenis Coolant Additive

  • pH Adjuster : Meningkatkan pH & alkalinity
  • Corrosion Inhibitor : Proteksi korosi
  • Biocide : Kontrol bakteri
  • Fungicide : Kontrol jamur
  • Antifoam : Menghentikan busa
  • Lub additive : Menambah pelumasan
  • Odor mask : Menutupi bau

pH Adjuster TC 103
Mengandung corrosion inhibitor untuk metal besi

  • Dosis 0.1 – 0.2 % larutan coolant
  • Dapat mempengaruhi titrasi
  • Potensi korosif untuk Al / Brass

pH Adjuster TC 220
Mengandung biocide untuk kontrol bakteria

  • Dosis 0.1-0.2 % larutan coolant
  • Dapat menimbulkan ‘ammonia blush’ pada pH <8.4 & populasi bakteri tinggi
  • Bisa dihindari dengan mengkombinasikan TC103
  • Dapat mempengaruhi titrasi
  • Potensi korosi untuk Al / Brass

pH Adjuster TC 246
Digunakan jika belum tumbuh bakteri

  • Dosis 0.1 – 0.2 % larutan coolant
  • Dapat mempengaruhi titrasi
  • Potensi korosif untuk Al / Brass

Corrosion Inhibitor

  • TC 155 untuk emulsi
  • TC 229 untuk sintetik
  • Dosis 0.5 – 2% larutan coolant

Biocide

  • Grotan
  • Dosis 0.1 – 0.15 % larutan coolant
  • Ada dosis optimum
  • Jika berlebih menyebabkan
    • Iritasi
    • Resistensi bakteri

Fungiside

  • Sodium Omadine
  • Dosis 0.01 – 0.125 % larutan coolant
  • Ada dosis optimum
  • Bereaksi dengan coolant yang mengandung metal dan mengendap

Antifoam
Untuk mengatasi foaming pada metalworking fluids

  • TC306, AU732, MR1015, TC306, I23, TC209
  • Dosis max. 1% dari volume konsentrat
  • Ada dosis optimum
  • Jika berlebih, residunya lengket ke part atau mesin

Lube Additive

  • TC 175, TC227
  • Merupakan EP additive (Chlorine)
  • Mengatasi menempelnya chip aluminum
  • Menimbulkan busa tambahkan perlahan
  • Dosis 0.2-5 % larutan coolant
  • Dapat mempengaruhi reading refraktometer
  • Dapat menyebabkan coolant lebih keruh
  • Tidak untuk yang mengandung timbal

Odor Mask

  • Pewangi
    • FD28  : Handy Soap
    • F17  : Lemon
    • TC177 : vanilla
  • Dosis 0.01 – 0.05 % dari konsentrat 
  • Jika berlebih, bau tidak enak
  • Tidak untuk bau yang disebabkan bakteri anaerob

Baca juga: Masalah Metalworking Fluids (Bakteri & Jamur)

Catatan

  • Penambahan coolant additive ke dalam larutan coolant yang ada di mesin tidak boleh langsung dituangkan ke mesin
  • Cara penambahan yang benar: ambil 1 ember larutan coolant, tambahkan additive, aduk dan masukkan kembali ke system
  • Pilih coolant additive yang sesuai, dengan dosis tepat
Silakan share ke: