coolant solution problems

Coolant solution adalah solusi atau langkah yang diperlukan untuk mengatasi berbagai masalah yang timbul dalam aplikasi coolant (coolant problems) di lapangan. Berikut ini adalah daftar masalah coolant yang dimaksud beserta solusinya.

  1. Masalah Chips

coolant solution masalah chips
  • Chips adalah limbah berupa serpihan logam kecil-kecil yang dihasilkan dari proses pengerjaan metal pada mesin CNC
  • Masalah
    • Terhambatnya aliran coolant
    • Menyumbat filter
    • Tempat hidup Bakteri
    • Merusak finishing
    • Meningkatkan conductivity sehingga timbul korosi
  • Solusi
    • Filtrasi atau penyaringan coolant
    • Centrifugasi / magnit
    • Settling

2. Masalah Bakteri

  • Bakteri biasanya berada di dasar tangki, tempat stagnan, chips, limbah
  • Hidup dari mineral dalam air, tramp oil, konsentrat coolant, makanan sisa
  • Masalah
    • Bau, karat
  • Solusi
    • Pastikan saat membuat larutan coolant dengan cara yang benar (air dulu dimasukkan ke wadah, baru coolant)
    • Gunakan air murni
    • Penambahan coolant/hari (top up)
    • Pengontrolan konsentrasi
    • Pengontrolan tramp oil
    • Cegah kontaminasi pelumas
    • Jaga kebersihan mesin
    • Cleaning total (1x/tahun)

3. Masalah Jamur

  • Jamur tumbuh pada permukaan tangki coolant
  • Cenderung tumbuh pada coolant synthetic
  • Masalah
    • Penyumbatan, bau
  • Solusi
    • Menjaga kebersihan mesin
    • Penanganan fisik
    • Fungicide
    • Populasi bakteri yang sehat
    • Penggunaan DI water

Baca juga : Masalah Bakteri dan Jamur pada Metalworking Fluids

4. Masalah Eksim

coolant solution dermatitis
  • Eksim disebut juga dermatitis, kulit terasa gatal
  • Penyebab: pH ekstrim, solvent, metal terlarut, tramp oil, straight oil, cream pelindung, coolant kotor, biocide
  • Masalah
    • Kulit gatal-gatal, kesehatan terganggu
  • Solusi
    • Hindari kontak langsung dengan coolant
    • Hindari menggunakan krim pelindung
    • Pindahkan operator yang alergi
    • Jaga konsentrasi optimum coolant
    • Gunakan microbiocide dengan benar
    • Gunakan APD dan alat bantu yg tepat

5. Masalah Tramp Oil

  • Tramp oil: oil mesin yang bocor dan masuk ke coolant
  • Masalah
    • Pertumbuhan bakteri
    • Mengurangi umur tool
    • Menghambat filtrasi
    • Asap, oil mist, residu lengket
  • Solusi
    • Atasi kebocoran oil
    • Scrounger, belt untuk menyapu tramp oil
    • Pemurnian coolant dengan cara lainnya
    • Jika parah: ganti dengan coolant baru

Baca juga: Tramp Oil : Sumber, Masalah dan Solusinya

6. Masalah Seal

  • Seal yang terus menerus terkena coolant dapat mengembang (swell)
  • Ketahan seal tergantung: bahan seal, jenis coolant, beban kerja, cara instalasi
  • Masalah
    • Seal mengembang dan rusak
  • Solusi
    • Gunakan seal Viton (lebih kuat)
    • Gunakan coolant yang baik, silakan konsultasikan dengan Eonchemicals

7. Masalah Residu

  • Macam-macam residu: Encer, lunak, keras, liat & kristal
  • Masalah
    • Dapat mengganggu: dial calipers, gauges, auto tool changers, position sensing scales, precision grinders, cutting tool inserts, transfer line pallets
  • Solusi: gunakan coolant yang bagus / sesuai; silakan konsultasikan dengan kami

8. Masalah Busa (Foaming)

  • Busa terjadi karena ada gas, cairan & pengadukan
  • Pemicu: kebocoran udara (packing, sambungan), cascading, kavitasi, level coolant terlalu rendah, jenis coolant, dll
  • Masalah:
    • Lantai kotor
    • Safety
    • Boros
    • Mengganggu proses pendinginan dan pelumasan
  • Solusi:
    • Penyebab fisik diatasi dengan tindakan fisik
    • Penyebab kimia diatasi dengan chemical Antifoam

Baca juga: Foaming pada Metalworking Fluids dan Solusinya

9. Masalah Cat

  • Cat biasa (tipe alkyd), pada umumnya tidak tahan terhadap coolant
  • Masalah
    • Cat mengelupas dan mengganggu sistem
  • Solusi
    • Gunakan cat tipe epoxy atau poliuretan

10. Masalah Karat

  • Karat dapat terjadi karena pH rendah, parts saling menempel, bakteri, kontaminasi, ground tidak benar
  • Masalah
    • Kerusakan mesin
    • Part tidak dapat dipakai
  • Solusi
    • Gunakan DI water
    • Jaga konsentrasi optimum
    • Gunakan rust preventive
    • Kontrol bakteri
    • Periksa kadar air (jika menggunakan neat oil)
    • Pastikan groundingnya benar
    • Hindarkan coolant dari kontaminasi
    • Gunakan plastik atau cardboard yang dicoating untuk memisahkan parts
    • Hindarkan kontak antara metal yang berbeda

11. Masalah boros dalam pemakaian

  • Penyebab boros:
    • Lemahnya kontrol konsentrasi
    • Pemakaian hard water
    • Jarak top up terlalu lama
    • Low grade coolant
    • Bocor
    • Poor technical service
  • Masalah: biaya meningkat
  • Solusi: cari penyebabnya dan lakukan coolant solution sesuai dengan penyebabnya

Ringkasan

  • Masalah-masalah dalam aplikasi coolant: Chips, bakteri, jamur, eksim, tramp oil, seal, residu, busa, cat, karat, boros
  • Semua masalah di atas menyebabkan kerugian (penurunan kualitas, kerusakan, pemborosan)
  • Semua masalah dapat diatasi dengan menelusuri penyebabnya dan menghilangkannya
  • Pencegahan masalah yang paling umum adalah: penggunaan DI water dan maintain konsentrasi coolant.

Untuk info lebih lanjut tentang coolant solution atau produk coolant / metalworking fluids silakan hubungi kami.

Silakan share ke: