fungsi lubricant

Artikel ini memaparkan fungsi lubricant dalam kaitannya dengan penanganan masalah yang dialami berbagai macam komponen industri. Secara umum, semua jenis lubricant atau pelumas berfungsi untuk mengurangi gesekan sehingga aus dan panas dapat direduksi.

Masalah-masalah yang sering terjadi pada komponen industri adalah sebagai berikut:

Seizure / Scuffing
Rusak dan aus pada permukaan karena tidak cukupnya supply pelumas, atau karena masalah overload. Film pelumas rusak (adhesive wear).

Scoring
Pembentukan semacam parit (goresan) dalam logam (abrasive wear).

Fretting corrosion / fretting / frictional wear
Jenis korosi yang terjadi pada sambungan metal dan beatings karena getaran amplitudo yang sangat rendah dan frekuensi tinggi.

Rule-nya, partikel iron wear yang sangat kecil akan cepat teroksidasi menjadi karat, bahkan menyebabkan seizure pada joint.

Stick-Slip
Pergerakan dua permukaan, disebabkan oleh perbedaan koefisien gesekan antara hydrodynamic dan boundary lubrication.

Swelling and Shrinkage
Pengembangan dan penyusutan. Karena pengaruh pelumas, penguapan atau gas, seal yang terbuat dari karet, elastomer dll dapat mengembang atau menyusut

Stress cracks
Material retak karena tingginya tekanan, disebabkan oleh perubahan2 struktur permukaan setelah penetrasi dari elemen2 yang tidak diharapkan (contoh: base oil dari grease)

Komponen industri yang potensial mengalami masalah tersebut di atas, dan memerlukan fungsi lubricant adalah:

  • Bolts and studs (baud dan mur)
  • Springs
  • Rolling-element bearings
  • Sliding-contact bearings
  • Sliding guides and linear sliding systems
  • Seals
  • Bowden cables
  • Gears
  • Chains
  • Shaft-hub connections
  • Clutches
  • Ball joints
  • Press-fit joints
Silakan share ke: