coolant water

Coolant water adalah air yang digunakan untuk membuat emulsi metalworking fluids (metal coolant). Artikel ini memaparkan perbedaan antara hard water dan DI water, kelebihan dan kekurangannya untuk aplikasi coolant.

Apapun jenis coolant water yang digunakan untuk membuat emulsi coolant (premix), air harus dimasukkan terlebih dahulu ke dalam wadah pembuatan, kemudian baru masukkan coolant dan aduk dengan mixer.

Jenis coolant water

  • Soft water (air sadah rendah)
    • Ion Ca, Mg < 120 ppm
  • Hard water (air sadah tinggi)
    • Ion Ca, Mg > 120 ppm
  • Cara membuat hard water menjadi soft water:
    • Destilasi
    • Ion Exchange
    • Reverse Osmosis

Hard Water
Efek penggunaan hard water untuk pembuatan emulsi coolant (premix):

  • Bereaksi → fungsi coolant menurun
  • Konduktivitas naik → timbul masalah karat
  • Pembentukan emulsi sulit → boros, perlu coolant lebih banyak
reaksi water coolant

Jika menggunakan hard water, perlu konsentrasi tinggi (10%) untuk membentuk emulsi metalworking fluids yang stabil & memberikan hasil yang baik (tanpa bercak korosi).

hard coolant water boros.jpg

Kelebihan hard water : Tidak perlu tambahan biaya

DI Water
De ionized (DI) water atau demineralized water (demin water) adalah air hasil pemurnian dengan ion exchange yang memiliki karakteristik:

  • pH  : 7 –TDS   : 2,3 ppm
  • Hardness  : 0 ppm
  • Conductivity  : 2,21 µS
  • DI Water sangat baik untuk aplikasi metalworking fluids

Keunggulan DI Water

  • Pencampuran mudah
  • Ukuran partikel kecil
  • Meningkatkan daya basah
  • Meningkatkan pelumasan
  • Residu tidak lengket
  • Yang terbawa sedikit
  • Mengurangi resiko korosi
  • Konsumsi coolant lebih rendah
  • Ketahanan terhadap bakteri / jamur lebih baik

Kelemahan DI Water: lebih mahal

Aplikasi coolant dengan DI water lebih hemat, karena hanya perlu 3% untuk membentuk emulsi coolant yang stabil dan hasil baik (tanpa bercak korosi). Jika menggunakan hard water perlu 10%.

DI water vs hard coolant water

Ringkasan

  • Pembuatan premix (emulsi coolant) harus memakai air yang bagus dan cara yang benar
  • Air yang bagus adalah air yang memenuhi standard
  • Air yang paling bagus adalah DI water
  • Cara membuat prremix yang benar: masukkan air dulu, kemudian coolant, dan aduk dengan mixer
  • Keuntungan menggunakan DI Water secara total cost lebih hemat karena membuat pemakaian coolant lebih irit dan sistem lebih aman dari bahaya korosi dan bakteri
  • Kerugian menggunakan hard water: boros dan tidak efektif

Aplikasi metalworking fluids di lapangan banyak yang tidak menggunakan DI Water karena harus ada cost tambahan. Artikel ini semoga dapat mencerahkan akan keuntungan menggunakan DI water dan kerugian menggunakan hard water.

Baca juga: Masalah Metalworking Fluids (Jamur dan Bakteri)

Ingat, jenis coolant water sangat menentukan performa dan biaya operasional.

Silakan share ke: