Karakteristik coolant

Coolant atau metalworking fluids memiliki karakteristik yang harus dipahami agar hasil aplikasinya maksimum. Karakteristik coolant yang dibahas dalam artikel ini meliputi konsentrasi optimum, coolant dengan kadar oil rendah, coolant dengan kadar oil tinggi, monitoring, standard kelayakan coolant, yang mempengaruhi umur coolant dan tips-tips penting dalam aplikasi cooalant.

Konsentrasi Optimum
Coolant atau lebih tepatnya metal coolant harus digunakan pada konsentrasi optimum.

  • Konsentrasi optimum adalah konsentrasi yang menghasilkan kualitas dan biaya yang pas
  • Konsentrasi optimum besarnya tergantung pada jenis coolant dan jenis material yang dikerjakan
  • Jika konsentrasi coolant di bawah standard, maka kadar biocide kurang sehingga bisa tumbuh bakteri
  • Jika konsentrasi terlalu tinggi berati pemborosan
  • Rentang konsentrasi yang diizinkan adalah 1%., jika konsentrasi optimum 5% maka rentangnya adalah 4,5% – 5,5%
  • Informasi tentang konsentrasi optimum setiap jenis coolant dapat ditemui di masing-masing brosur produknya atau dapat dikonsultasikan langsung dengan Eonchemicals

Manfaat menjaga konsentrasi optimum
Jika pemakaian coolant atau aplikasi metalworking fluids dijaga pada konsentrasi optimum, beberapa keuntungan yang didapatkan adalah:

  • Memperpanjang umur tangki coolant
  • Memperpanjang umur peralatan
  • Meningkatkan hasil kerja
Karakteristik coolant metalworking fluids

Grafik 1 : Konsentrasi coolant dijaga pada titik optimum, maka pertumbuhan bakteri dapat ditekan, karena kandungan biocide yang ada dalam coolant jumlahnya memadai

Grafik 2: Konsentrasi coolant tidak dijaga pada konsentrasi optimum, maka pertumbuhan bakteri meningkat karena kandungan biocide yang ada dalam coolant berkurang

Karakteristik coolant dengan oil rendah

  • Lebih diutamakan untuk pendinginan
  • Untuk material keras atau getas
  • Misalnya tool steel (baja), cast iron (besi cor)
  • Chip pendek
  • Kecepatan tinggi

Karakteristik coolant dengan oil tinggi

  • Diutamakan untuk pelumasan
  • Untuk material lunak
  • Misalnya alloy steels, copper, Al, Zinc, Mg, Mild Steels dll
  • Material yang agak liat
  • Chip panjang
  • Kecepatan rendah

Monitoring coolant
Saat aplikasi coolant, 2 hal yang perlu dimonitor adalah konsentrasi dan pH

  • Konsentrasi harus dijaga pada rentang yang tepat untuk menghasilkan kemampuan yang optimum
  • pH dapat mengindikasikan kontaminasi oleh asam atau alkali –Jika pH turun, pertumbuhan bakteri naik.

Standard kelayakan coolant
Jika Anda melakukan recycling coolant atau memiliki coolant stock lama yang tidak diketahui tanggal kedaluarsanya, inilah parameter standard yang harus diukur agar diketahui layak tidaknya coolant untuk dipakai:

  • pH : 8.3 – 9.5
  • Conductivity (µS) : Max. 5.000
  • Concentration : Tidak menurun
  • Free Tramp Oil : Max. 0.5%
  • Emulsified Tramp Oil : Max. 0.5%
  • Bacteria : Max 105
  • Chip Corrosion Test : < 25%
  • Fungus (jamur)  : 0

Yang mempengaruhi umur coolant

  • Kualitas coolant
  • Kualitas air
  • Konsentrasi coolant
  • Kontaminan
  • Sistem desain
  • Material konstruksi
  • Kemampuan filtrasi
  • Kebersihan sistem

Perlu perhatian

  • Gunakan air murni
  • Pilih coolant kualitas tinggi
  • Kontrol konsentrasi dan pH secara berkala
  • Pembersihan tangki
  • Bersihkan mesin yang baik dan terjadwal
  • Gunakan pelumas tahan air
  • Pemeliharaan mesin yang baik
  • Menjaga kebersihan, mencegah kontaminasi

Dengan mengetahui karakteristik coolant seperti tersebut di atas semoga Anda dapat mengoptimalkan aplikasi coolant.

Silakan share ke: