lapisan coating

Ciri coating heavy duty adalah memiliki lapisan coating yang komplit dan komponen penyusun yang baik, sehingga memiliki daya tahan yang kuat untuk medan berat. Jadi, ini bukan jenis coating biasa tapi coating yang mampu menahan korosi, anti fouling sekaligus untuk dekorasi.

Artikel ini membahas tentang:

  1. Lapisan coating
  2. Komponen coating
  3. Jenis coating dan kimianya
  4. Mekanisme curing

1. Lapisan Coating
Seperti terlihat pada gambar di atas, lapisan coating terdiri atas: Lapisan primer, intermediate dan lapisan finishing (top coat).

  • Lapisan primer
    • Merupakan lapisan paling dasar
    • Berfungsi untuk mencegah karat, meningkatkan daya lekat  
  • Lapisan Intermediate coat
    • Lapisan dasar kedua
    • Untuk ketebalan dan memberikan daya lekat dari top coat pada primer
  • Lapisan finishing (Top coat)
    • Lapisan paling atas (terluar)
    • Pelindung terhadap pengaruh lingkungan (Tahan bahan kimia, solven, air, benturan, cuaca dan atau anti fouling)
    • Sebagai dekorasi yang menambah keindahan

2. Komponen Coating
Adapun komponen yang terkandung dalam heavy duty coating biasanya meliputi: Binder, pigment, additive dan pelarut.

  • Binder (resin)
    • Berfungsi sebagai pengikat pigment (zat warna)
    • Memberikan daya lekat pada permukaan yang akan dicat
  • Pigment
    • Sebagai pewarna
    • Corrosion inhibitor (Zinc phosphat, ironoxide, red lead)
  • Additive
    • Menyempurnakan sifat-sifat film, seperti: drying time, kelenturan, viskositas dll
  • Pelarut (Thinner)
    • Untuk pengenceran agar mudah diaplikasikan

3. Jenis Coating (Cat) dan Kimianya
Berdasarkan object, fungsi dan kimianya, jenis coating meliputi:

  • Coating metal
    • Alkyd, Epoxy, Polyurethane, Acrylic, Silicone, Vinyl
  • Coating kayu
    • Alkyd, Polyurethane, Melamine
  • Coating concrete (Lantai, tembok, dll)
    • Latex emulsion, Chlorinated rubber, Epoxy
  • Coating antifouling
    • Vinyl, alkyd, acrylic, natural + antifouling agent

4. Mekanisme Curing
Curing adalah keadaan saat coating sudah sempurna diaplikasikan dan siap pakai. Beberapa jenis curing coating adalah:

  • Coalescence
  • Non drying coating
  • Non convertible coating
  • Convertible coating

Coalescence

  • Terjadi pada water base paint
  • Air menguap, partikel polimer bersentuhan dan terangkai satu sama lain, membentuk lapisan

Non drying coating

  • Coating tidak mengering, tetap sebagai liquid atau mengering sebagian
  • Contoh: Wax, fish oil, petroleum jelly

Non convertible coating

  • Solvent menguap, resin membentuk solid
  • Contoh: Chlorinated rubber, vinyl & bitumen
  • Tidak tahan solvent, jika bercampur dengan solvent akan larut kembali ke bentuk liquid

Convertible coating
Resin akan berubah dari solid ke liquid melalui reaksi kimia. Terdiri atas 2 jenis reaksi kimia.

  • Air drying paint
    • Coating akan mengering karena reaksi dengan oksigen di udara. Contoh: Alkyd
  • Chemically curred coatings
    • Coating terdiri atas 2 komponen, jika dicampur akan bereaksi dan lapisan coating menjadi keras. Contoh: Epoxy

Penting: Pastikan lapisan coating heavy duty telah curing sebelum digunakan

Silakan share ke: