debu batu bara

Debu batu bara perlu dikontrol jumlahnya agar tidak berbahaya bagi lingkungan. Anda dapat menggunakan surfaktan untuk maksud tersebut. Surfaktan adalah akronim dari surface active agent (surfactant) atau dalam bahasa Indonesianya zat aktif permukaan. Merupakan senyawa kimia yang memiliki dua bagian yang berbeda sifat. Bagian kepala bersifat hidrofilik (suka air), dan bagian ekor bersifat hidrofobik (tidak suka air).

Surfaktan bagian kepala menempel dengan air, sedangkan bagian ekor menempel dengan lemak. Surfaktan bekerja sebagai jembatan penghubung antara lemak dan air.

Piring yang berlemak (berminyak) jika dicuci dengan air saja, maka lemaknya tidak bisa hilang. Tapi jika menggunakan sabun (surfaktan), maka lemaknya bisa hilang. Inilah contoh sederhana untuk menjelaskan bagaimana surfaktan bekerja.

Air dan minyak tidak bisa bersatu. Hal ini terjadi karena air merupakan senyawa polar, sedangkan minyak termasuk senyawa non polar. Senyawa polar hanya larut dalam senyawa polar, dan senyawa non polar larut dalam senyawa non polar. Surfaktan menjembatani air dan minyak, sehingga keduanya bisa bersatu menjadi emulsi. Surfaktan bekerja dengan cara menurunkan tegangan permukaan air.

Lalu apa hubungan minyak dengan batu bara? Minyak dan batu bara merupakan senyawa hidrokarbon, sama-sama golongan senyawa non-polar. Maka batu bara pun memiliki sifat yang sama dengan minyak (tidak bisa bercampur dengan air). Inilah yang menyebabkan mengapa sulit membasahi batubara hanya dengan menggunakan air (tanpa surfaktan).

Kontrol debu batu bara dengan penyemprotan air sebanyak-banyaknya justru menimbulkan masalah baru seperti: terjadinya bubur (slurry), plugging pada head chute, kalori turun, dll.

Dengan menambahkan surfaktan ke dalam air, maka tegangan permukaan air turun sehingga lebih mudah membasahi permukaan batu bara.

Surfaktan dan Pemanasan
Selain menggunakan surfaktan, untuk menurunkan tegangan permukaan air dapat dilakukan dengan cara pemanasan. Itulah sebabnya, mencuci pakaian dengan air panas bisa lebih bersih. Perhatikan grafik berikut:

bahaya debu batubara

Air pada suhu ruangan (25oC) memiliki tegangan permukaan 72 dyne/cm. Jika dipanaskan hingga mendidih (100oC), tegangan permukaan air turun menjadi sekitar 60 dyne/cm. Turun 12 poin.

Menyiram dengan air mendidih untuk kontrol debu batubara bukan pilihan yang tepat, bukan? Coba perhatikan grafik di bawah ini.

surfaktan untuk kontrol debu batu bara

Penambahan sejumlah kecil surfaktan (1 mili Mol) pada air, dapat menurunkan tegangan permukaan air secara signifikan dari 72 hingga ke 32 dyne/cm. Turun 40 poin! Jauh lebih tinggi dari penurunan akibat pemanasan. Lebih aman dan praktis karena tidak perlu memanaskan air.

Dengan demikian, penggunaan surfaktan untuk kontrol debu batu bara memiliki kelebihan:

  • Hanya membutuhkan sedikit surfaktan
  • Penurunan tegangan permukaan sangat signifikan
  • Tidak membutuhkan energi dan usaha yang banyak
  • Risiko aplikasi jauh lebih rendah

Jenis Surfaktan untuk Kontrol Debu

  • Surfaktan ada beberapa jenis, yaitu: anionic, non-ionic, kationic dan amfoterik
  • Tidak semua jenis surfaktan dapat digunakan untuk solusi mengatasi debu batu bara
  • Beberapa jenis surfaktan dapat digabungkan untuk menghasilkan performa yang lebih baik
  • Perlu penelitian khusus untuk mendapatkan formula yang terbaik

Produk chemicals dust supression Eonchemicals menggunakan tiga jenis surfaktan ramah lingkungan yang bekerja saling mendukung. Formula kombinasi ini memiliki keuntungan:

  1. Meningkatkan wettability air, sehingga kemampuan air untuk membasahi batu bara meningkat
  2. Menurunkan konsumsi air
  3. Formula lebih stabil terhadap sinar matahari
  4. Tidak menurunkan kualitas batubara

Untuk konsultasi seputar surfaktan sebagai solusi untuk kontrol batu bara silakan hubungi kami.

Silakan share ke: