Dust Suppression System

Sudahkah Anda menggunakan jenis dust suppression system yang tepat? Ternyata tidak semua permasalahan batubara bisa diselesaikan hanya dengan alat sprayer system. Ada 4 jenis dust suppression system yang perlu Anda ketahui, dan saat ini banyak dipakai di lapangan. Masing-masing jenis memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda.

Dengan memperhitungkan plus-delta dari keempat sistem ini, maka Eonchemicals dapat memberikan solusi lebih tepat terhadap permasalahan batubara di tempat Anda.

Dust Suppression System
Dust Suppression System

Semakin besar ukuran droplet air yang dihasilkan suatu sistem, maka semakin tinggi pula konsumsi airnya serta semakin tinggi penambahan kadar air (moisture) yang dihasilkan.

1. Sprayer System
Menggunakan pompa dorong (booster), tekanan rendah, diameter orifice nozzle besar, droplet air besar, konsumsi air tinggi, tujuan untuk membasahi atau melapisi batubara.

Dust Suppression System

Penggunaan sprayer system yang menghasilkan droplet besar dapat meningkatkan moisture batubara cukup tinggi. Moisture berkurang seiring waktu akibat penguapan air. Batubara yang dilapisi chemical coal dust suppressant (Coalguard), seiring waktu kandungan airnya akan menguap dan meninggalkan lapisan resin polimer tipis sebagai coating batubara untuk mencegahnya kontak langsung dengan oksigen.

Itu sebabnya penggunaan Coalguard ditujukan bagi batubara yang akan disimpan dalam waktu lama atau sedang dalam perjalanan pengiriman ke lokasi end user.

Sprayer system tidak cocok untuk menangkap debu yang beterbangan (fugitive dust) karena ukuran dropletnya besar. Juga tidak cocok untuk menyiram batubara yang akan digunakan dalam waktu dekat karena batubara basah cenderung menyebabkan plugging dan sulit terbakar.

Plus Delta Sprayer System

2. Misting System
Menggunakan pompa high pressure, tekanan sangat tinggi, diamater orifice nozzle kecil, droplet air lebih kecil dari sprayer, konsumsi air lebih rendah dari sprayer, tujuan menangkap debu dengan kenaikan moisture minim.

Misting system sering disalah artikan dengan menganggap sebagai dry/wet fog. Padahal, ukuran droplet yang dihasilkan misting system tidaklah sama dengan fog system. Misting system menghasilkan droplet lebih kecil dari sprayer, tapi lebih besar dari droplet dry fog.

Prinsip kerja misting system sama persis dengan sprayer, hanya saja menggunakan pompa bertekanan tinggi serta ukuran diameter orifice nozzle yang kecil. Mendorong air dengan tekanan tinggi serta menyumbat
ujung pipa dengan nozzle berdiamater orifice kecil, dapat memecah air sehingga menghasilkan ukuran droplet lebih kecil.

Penggunaan pompa bertekanan tinggi (70-100 bar) tentu memerlukan tambahan biaya. Pipa serta nozzle yang digunakan juga harus berbahan metal keras agar dapat menahan tekanan yang dihasilkan.

Air bertekanan tinggi ini dalam jangka waktu tertentu dapat mengakibatkan abrasi pada orifice nozzle sehingga lebih cepat aus dan droplet air jadi membesar. Hal yang paling berbahaya dari sistem ini
adalah pipa dapat pecah apabila tidak mampu menahan tekanan air, terutama di bagian sambungan.

Menurut hemat kami, misting system memiliki efektifitas paling rendah dilihat dari segi harga dan performanya, jika dibandingkan dengan sprayer maupun dry fog.

Plus Delta Misting System

3. Dry Fog System
Menggunakan kombinasi air dan udara bertekanan dari kompressor, tekanan rendah, diameter orifice nozzle kecil, menggunakan nozzle khusus dry fog, konsumsi air sangat rendah, tujuan menangkap debu beterbangan dengan kenaikan moisture sangat minim.

Dry fog system merupakan dust suppression yang dapat menghasilkan droplet air terkecil. Sistem ini
menggunakan kombinasi antara air dan tekanan angin
dari kompressor untuk menghasilkan fog. Sistem ini juga menggunakan nozzle khusus yang dapat mengakomodir jalur air dan jalur angin.

Ciri utama dry fog system tidak menggunakan pompa dorong, tapi menggunakan kompressor angin. Tekanan angin dan nozzle memegang peranan kunci dalam membuat droplet kecil dry fog.

Dry fog sangat efektif untuk menangkap debu beterbangan, namun tidak bisa digunakan untuk melapisi batubara. Itu sebabnya, produsen dry fog tidak ada yang merekomendasikan penggunaan chemicals. Penggunaan Coalguard pada dry fog system tidak akan dapat melapisi permukaan batubara, malah akan menyebabkan plugging pada nozzle akibat deposit
resin polimer.

Saat ini Eonchemicals sedang mengembangkan dry fog system yang dapat digunakan bersama chemicals berbasis surfaktan. Surfaktan disinyalir dapat meningkatkan kemampuan droplet air untuk menempelkan debu.
Namun karena tidak ada produsen dry fog yang mendukung penggunaan chemicals, maka Eonchemicals akan mengembangkan system dry fog-nya sendiri.

Plus Delta Dry Fog System

4. Fog Cannon
Menggunakan kipas angin besar berbentuk meriam (cannon) untuk mendorong air yang dikeluarkan dari nozzle di sekeliling mulut kipas, bertujuan menangkap debu di udara dengan area cakupan yang luas.

Fog cannon dapat mendorong droplet air hingga 100 meter. Biasa digunakan untuk menangkap debu di udara pada area terbuka yang luas. Alat ini jarang digunakan untuk menyemprot batubara secara langsung.

Tantangan utama alat ini adalah angin, serta menangkap debu dalam area yang luas bukanlah perkara yang mudah. Hal ini yang mengakibatkan
efektifitas fog cannon ini cukup rendah. Banyak customer yang sudah mengadakan alat ini, berakhir dengan tidak terpakai. Konsumsi air pada alat ini juga terhitung tinggi karena droplet air berukuran menengah
dan jumlah nozzle ada banyak.

Fog cannon juga biasanya tidak menggunakan campuran chemicals pada airnya. Dan chemicals Coalguard sudah jelas tidak akan cocok dengan alat ini karena tujuannya bukan membasahi atau melapisi batubara. Jika merujuk pada ukuran droplet yang dihasilkan, alat ini lebih sesuai dikategorikan sebagai mist bukan fog.

Dust Suppression System

Plus Delta Fog Canon

Dust Suppression System

Untuk konsultasi lebih lanjut tentang dust suppresion system silakan chat via WA.

Silakan share ke: