Radiator coolant untuk mesin diesel

Produk pendingin radiator coolant untuk mesin diesel di industri pertambangan, memiliki peran yang sangat vital bagi engine heavy duty unit. Produk ini berfungsi mengambil panas dalam sebuah cooling system dalam mesin. Jika radiator coolant tidak bekerja optimal maka fungsi kerja sistem pendinginan tidak akan maksimum.

Kenyataan di lapangan sering kali terjadi banyak masalah pada sistem pendinginan (cooling system) ini, seperti :

masalah pada sistem pendingin mesin diesel
  1. Korosi kavitasi, disebabkan karena pecahnya gelembung-gelembung udara di permukaan metal yang terjadi berkali-kali sehingga terbentuk lubang pada permukaan metal tersebut
  2. Korosi pitting, disebabkan oleh adanya udara yang masuk ke dalam sistem pendinginan
  3. Korosi galvanis, disebabkan oleh adanya beda potensial antara dua logam
  4. Scale / rust pada sistem pendinginan

Masalah-masalah ini sering disebabkan karena cara penggunaan radiator coolant untuk mesin diesel yang belum benar. Jika terus dibiarkan, maka sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kebocoran pada radiator, kegagalan pompa, tersumbatnya saluran pendingin karena scale yg mengakibatkan overheating mesin.

Penyebab Masalah
Tahukah Anda, bahwa ternyata penyebab masalah-masalah di atas bermula dari hal-hal yang mungkin terlihat sepele dan bahkan tidak pernah Anda duga? Inilah hal-hal yang mesti Anda hindari…

  1. Tidak melakukan pengisian ulang
    Berkurangnya volume radiator coolant untuk mesin diesel mengakibatkan menurunnya proteksi korosi pada sistem. Hal ini disebabkan karena kebocoran atau penguapan. Jika tidak dilakukan pengisian ulang, maka akan menyebabkan permasalahan yang sangat merugikan.
  2. Tidak melakukan service interval
    Service interval bertujuan untuk memastikan additive dan glycol dalam coolant masih mampu memberikan proteksi korosi pada sistem. Juga untuk memerika coolant, apakah harus diganti atau tidak.
  3. Penggunaan sealing additive yang tidak tepat
    Penggunaan chemical anti bocor yang sembarangan akan mengakibatkan kontaminasi, sehingga radiator coolant mesin diesel Anda tidak bekerja dengan optimal
  4. Penggunaan soluble oil
    Karena bersifat souble, oil jenis ini dapat larut dalam cairan radiator coolant mesin diesel dan mengganggu cooling system
  5. Pengisian dengan air kualitas rendah
    Tindakan ini terutama menyebabkan terjadinya scale dan additive coolant tidak berfungsi dengan baik
  6. Penggunaan coolant biasa
    Coolant yang tidak memenuhi standard ASTM 6210 dan ASTM D4985 tentu tidak dijamin kualitasnya
Radiator coolant mesin diesel

Solusi
Eonchemicals hadir memberikan solusi dengan produk yang memenuhi standard ASTM dan pelayanan (service & analisa onsite) guna memastikan radiator coolant dapat bekerja secara optimal.

Baca artikel terkait : Ciri Radiator Coolant yang Bagus

Performa radiator coolant untuk mesin diesel Anda belum optimal? Kami memberi konsultasi gratis untuk Anda, silakan chat.

Silakan share ke: