pelumas bearing

Mengapa dengan pelumas bearing yang tepat dapat menurunkan biaya operasional dan mencegah kerugian yang lebih besar? Apa saja yang menyebabkan bearing cepat rusak? Bagaimana cara memilih pelumas yang pas untuk bearing Anda? Ini jawabannya…

Menurut data dari PT Kogelahar Indonusa, perusahaan yang bergerak dalam bidang kogelahar (bearing), kerusakan bearing pada umumnya disebabkan oleh 4 hal sebagai berikut:

  1. Pelumasan bearing yang tidak tepat (36%)
  2. Kelebihan beban (34%)
  3. Instalasi bearing yang kurang baik (16%), dan
  4. Kontaminasi (14%)

1. Pelumasan bearing yang tidak tepat
Kerusakan bearing karena faktor penggunaan pelumas (lubricant) yang tidak tepat menempati urutan pertama. Penyebab ini meliputi penggunaan jenis lubricant yang tidak tepat, volume dan waktu pelumasan ulang (relubrikasi) yang kurang pas dan mutu pelumas yang tidak baik.

Masalah ini dapat ditangani dengan cara berkonsultasi dengan Eonchemicals untuk mendapatkan rekomendasi penggunaan Molykote lubricant yang tepat untuk bearing Anda.

Dengan pelumas yang tepat, maka biaya operasional dapat dihemat karena:

  • Pelumas lebih awet, sehingga tidak boros
  • Interval lubrikasi lebih lama, sehingga hemat waktu dan tenaga kerja
  • Bearing lebih awet, sehingga pembelian bearing menurun
  • Kerusakan besar dan tiba-tiba dapat dihindari, karena bearing lebih awet dan down time perawatan mesin dapat dijadwalkan lebih tepat dan lebih baik

2. Kelebihan beban
Mesin yang beroperasi dengan beban berlebih dapat memperpendek masa pakai bearing. Akibatnya, proses penggantian bearing menjadi lebih sering. Akibat buruk lainnya adalah terjadinya down time secara mendadak karena bearing rusak secara tiba-tiba.

Masalah ini dapat diatasi dengan setting ulang beban kerja, atau mengganti bearing dengan spesifikasi yang lebih tinggi. Jika keduanya sulit dilakukan, maka harus dilakukan monitoring ketat terhadap kondisi mesin dan bearing untuk menghindari kerusakan bearing mendadak.

3. Instalasi bearing yang kurang baik
Instalasi atau pemasangan bearing yang longgar berakibat pada terjadinya fretting corrosion. Pemasangan bearing terlalu ketat, dapat menimbulkan panas berlebih pada bearing karena gesekan.

Instalasi bearing yang kurang baik biasanya terjadi karena tidak tersedianya peralatan yang lengkap dan sesuai, sehingga instalasi bearing dilakukan dengan alat yang tidak direkomendasikan. Selain itu, bisa juga karena teknisinya belum mendapatkan training yang benar untuk proses instalasi. Bahkan, ada kemungkinan teknisi tidak mengetahui efek buruknya, sehingga instalasinya dilakukan asal-asalan.

Solusinya dengan menyediakan peralatan instalasi yang lengkap, dan teknisi yang dapat diandalkan untuk pekerjaan tersebut.

4. Kontaminasi
Pasir, debu dan butiran metal seringkali tidak disadari masuk ke dalam lingkungan kerja bearing dan mengakibatkan kerusakan pada bearing. Umumnya kontaminan-kontaminan tersebut masuk melalui grease yang handlingnya tidak tidak memperhatikan kebersihan.

Masalah ini diatasi dengan menjaga kebersihan di area bearing. Saat melakukan pelumasan, pastikan menggunakan peralatan yang bersih dan tidak di area banyak angin yang menerbangkan debu.

jenis pelumas bearing

Menentukan pelumas bearing yang tepat
Untuk memberikan rekomendasi pelumas yang tepat, Eonchemicals akan berkunjung ke tempat Anda untuk analisa LETS (Load, environment, Temperature, Speed). Jika data-data tersebut sudah didapat, selanjutkan dipilih Molykote lubricant yang sesuai.

Untuk mendapatkan rekomendasi pelumas bearing yang tepat, silakan hubungi kami.

Silakan share ke: