peralatan inspeksi coating

Melengkapi informasi proses coating inspection yang telah dipaparkan pada artikel sebelumnya, di halaman ini disajikan informasi beberapa peralatan inspeksi coating yang perlu digunakan dalam menentukan kondisi yang tepat untuk aplikasi coating. Juga dapat digunakan untuk mengetahui kualitas coating yang telah diaplikasikan dengan menggunakan peralatan inspeksi coating standar.

Beberapa peralatan inspeksi coating pipa yang umum digunakan baik sebelum aplikasi, saat aplikasi dan setelah aplikasi coating adalah:

Psychrometer

peralatan inspeksi coating, Psychrometer

Merupakan peralatan inspeksi yang digunakan untuk mengetahui kondisi lingkungan sebelum, saat dan setelah aplikasi coating. Dengan mengetahui bagaimana kondisi lingkungan, Anda dapat memutuskan apakah aplikasi coating bisa dilakukan atau tidak. Hal ini tentunya untuk menghindari kegagalan aplikasi coating yang diakibatkan kondisi lingkungan yang tidak cocok.

Psychrometer dapat mengukur kondisi temperatur udara, relative humidity (RH), dan juga titik embun (dew point) lingkungan. Tingkat RH untuk aplikasi ideal di bawah 85% dan kondisi dew point minimal 3 derajat lebih rendah dari temperatur permukaan pipa. Ini untuk menghindari terjadinya pengembunan uap air udara di permukaan pipa yang dapat menyebabkan blister pada hasil aplikasi coating yang dilakukan.

Thermometer Gun

thermometer gun peralatan inspeksi coating

Penggunaan thermometer gun ini untuk mengetahui temperatur permukaan pipa agar dapat dibandingkan dengan tingkat dew poin (titik embun) lingkungan.

Wet Film Thickness (WFT) Gauge

peralatan inspeksi coatingnwet film thickness

WFT Gauge digunakan untuk mengukur tingkat ketebalan basah coating yang teraplikasi. Penting untuk mengetahui berapa WFT coating yang teraplikasi agar dapat disesuaikan dengan rekomendasi penggunaan coating. Pada beberapa jenis coating, ada batas ketebalan yang bisa dilakukan untuk satu kali aplikasi lapisan coating. Pengaplikasian dengan ketebalan berlebih pada satu lapisan coating tertentu dapat mengakibatkan terjadinya sagging hingga tidak keringnya seluruh lapisan coating. Hal sebaliknya apabila WFT coating tidak tercapai atau rendah, menyebabkan tidak terlapisi seluruh permukaan substrate yang akan diproteksi.

Dry Film Thickness (DFT) Gauge

DFT Gauge bekerja dengan menggunakan sensor magnetic sehingga bisa diketahui berapa tebal kering lapisan coating yang telah teraplikasi pada permukaan metal. Dengan mengetahui berapa DFT lapisan coating yang teraplikasi sesuai rekomendasi dari manufaktur coating agar diperoleh hasil proteksi yang optimal.

Adhesion Tape

Untuk mengetahui kualitas coating yang digunakan, perlu dilakukan pengetesan adhesion (daya rekat) coating di permukaan substrate. Coating dengan adhesion yang baik akan mampu bertahan dan memberikan proteksi yang lebih baik, karena sifat yang tidak mudah terkelupas dari lapisan coating.

Pengetesan adhesion ini dilakukan dengan cara membuat garis yang saling bersilangan sebanyak 6 x 6 dan ini akan membentuk kotak persegi 5 x 5 (jarak antar garis sekitar 1-2 mm) dengan menggores lapisan coating menggunakan cutter hingga mencapai base metal. Kemudian Adhesion tape ini ditempelkan kuat menutupi selutuh bagian kotak dan didiamkan selang 1 menit untuk kemudian ditarik dengan kuat.

Hasil adhesion test ini dibandingkan berdasarkan standar ASTM D3359 dilihat dari berapa persentase coating dari keseluruhan kotak yang terangkat (menempel) pada adhesion tape. Semakin sedikit coating pada kotak yang terangkat mengindikasikan daya adhesion coating yang makin baik.

Pencil Hardness Tester

Pengukuran kualitas coating selanjutnya berdasarkan ASTM D3363 yaitu menggunakan Pencil Hardness Tester. Ini cukup mudah dilakukan! Caranya dengan menggores permukaan lapisan coating secara bertahap menggunakan pensil yang telah diberi penekanan beban yang sama. Hardness test ini dinilai dari tingkat kekerasan carbon pensil yang digunakan yang berhasil menggores lapisan coating hingga rusak.

Peralatan inspeksi coating seperti DFT gauge, Adheson Tape, dan Pencil Hardness Tester harus dilakukan setelah lapisan coating mencapai kondisi kering sempurna (full cure). Ini untuk menghindari kesalahan hasil inspeksi terhadap kualitas lapisan coating akibat kondisi optimal lapisan coating belum tercapai.

Silakan share ke: