Perawatan cooler pada kapal

Perawatan cooler pada kapal mutlak harus diperhatikan agar operasional kapal dapat terus berjalan dengan lancar. Cooler merupakan sistem pendingin yang berfungsi sebagai penyerap panas dari hasil pembakaran bahan bakar di dalam silinder sehingga pengoperasian engine tetap lancar.

sistem pendingin kapal

Foto: Wikipedia

Dalam fungsinya, sistem pendingin mengedarkan tekanan ke seluruh komponen induk secara konstan seperti injector, cylinder jacket cooling dan cylinder head. Adapun diesel engine dapat didukung dengan dua sistem pendinginan yang masing-masing memiliki cara kerja dan fungsi berbeda, seperti:

Sistem Pendinginan Terbuka
Sistem terbuka ini bekerja dengan cara melakukan pendinginan melalui media air laut untuk penyerapan panas. Sistem ini bekerja dengan mengambil air laut dari katup melalui filter dan pompa air. Kemudian, air laut akan didistiribuksikan ke seluruh bagian mesin induk yang memerlukan pendinginan dengan memanfaatkan minyak pelumas dan pendingin udara untuk mendinginkan kepala silinder, dinding silinder dan katup pelepas gas. Setelah proses tersebut dilalui, maka air laut akan dibuang keluar kapal.

Sistem pendinginanan terbuka memiliki kelebihan seperti proses yang sederhana, hemat penggunaan alat dan memerlukan daya lebih kecil. Kekurangannya adalah potensi dampak negatif pada material yang bersentuhan langsung dengan air laut seperti karat, kotor, penyempitan saluran pipa pendingin dan lainnya.

Sistem Pendinginan Tertutup

sistem pendingin terbuka

Sistem pendinginan tertutup memanfaatkan media air tawar yang secara simultan bersirkulasi untuk mendinginkan mesin kapal. Dalam prosesnya, media air tawar akan dialirkan ke semua silinder dan keluar menuju cooler dengan suhu 700 C – 800 C, kemudian air tersebut akan didinginkan di fresh water cooler oleh air laut untuk menurunkan suhu hingga 500 C – 600 C. Setelah itu, air tawar akan kembali dihisap oleh pompa yang seterusnya digunakan untuk mendinginkan mesin induk.

Melalui cara kerja yang berlangsung secara terus menerus, maka sistem ini dinamakan pendinginan tertutup. Media berupa air tawar untuk pendinginan akan disirkulasikan secara terus menerus.

Kedua sistem tersebut banyak digunakan oleh kapal dengan mesin diesel untuk menjaga kekuatan mesin supaya tetap awet, sanggup mencapai tenaga yang optimal, meminimalisir terjadinya kerusakan pada mesin dan mempertahankan temperatur untuk tetap bekerja dalam kondisi normal.

Pada sirkulasi tertutup, umumnya suatu mesin diesel menggunakan air biasa dalam mendinginkan mesin kapal. Penggunaan air biasa pada sistem sirkulasi tertutup sering menimbulkan beberapa masalah, seperti kerak dan karat dalam jangka waktu lama. Dalam kasus ringan, permukaan pipa logam yang terkena karat akan tergerus dan menyumbat pipa di bagian yang kecil, seperti di tabung radiator. Dalam kasus lain, karat juga akan menggerus permukaan pipa dan membuatnya bocor. Semua kasus akan berakhir dengan meningkatnya suhu mesin secara drastis alias overheat.

scale pada sistem pendingin kapal

Oleh karena itu diperlukan radiator coolant untuk perawatan cooler pada kapal sehingga sistem radiator menjadi lebih awet, sebab dalam coolant juga mengandung corrosion inhibitor, zat anti korosi sehingga dapat melindungi bagian-bagian radiator agar tidak mudah berkarat.

Salah satunya adalah dengan menggunakan RadCool 400 yang mengandung corrosion inhibitor berbasis nitrite, didesain untuk system pendingin air siklus tertutup. RadCool 400 didesain secara spesial untuk menangani permasalahan korosi serta direkomendasikan untuk jenis metal steel, cast iron, dan metal aluminium.

Berikut ini adalah aplikasi RadCool 400 di kapal pengangkut semen di Surabaya, salah satu customer Eonchemicals.

cooler radiator

RadCool 400 diaplikasikan untuk memenuhi kebutuhan radiator coolant berbasis nitrite. Nitrite pada formula ini bekerja dengan cara mematikan kandungan oksigen pada sistem sirkulasi, sehingga tidak dapat mengoksidasi lapisan permukaan metal bagian dalam radiator.

aplikasi radiator coolant chemical pada kapal

Dalam aplikasinya, RadCool 400 perlu diencerkan 1:32 dengan air, dan kadar nitrite di monitoring setiap 2 minggu hingga 1 bulan sekali untuk dijaga pada level 1.000 ppm. Selain itu untuk test kit nitrite, saat ini juga sudah tersedia dan dapat dipesan melalui Eonchemicals. Penggunaan alat ini adalah dengan mencelupkan test kit selama 1 detik dan dibandingkan dengan komparator.

Dengan menggunakan radiator coolant yang tepat, serta monitoring rutin, maka performa mesin diesel pada mesin kapal dapat terjaga secara maksimal.

Silakan baca artikel artikel terkait tentang Chemical Pembersih Cooler atau Anda dapat melakukan konsultasi lebih lanjut tentang perawatan cooler pada kapal Anda.

Silakan share ke: