proses kilang minyak

Pada proses kilang minyak (oil refinery), minyak mentah atau crude oil diproses untuk menghasilkan produk jadi yang bisa langsung pakai atau produk lain yang menjadi bahan baku industri petrokimia. Adapun produk jadi yang dihasilkan oleh kilang minyak antara lain yaitu:  gas LPG, bensin (gasoline), nafta, minyak tanah (kerosene), avtur, solar.

Dalam kilang minyak, terdapat 5 proses yang dilakukan yaitu:

1. Distilasi
Adalah proses penyulingan atau pemisahan zat yang berdasar pada perbedaan titik didih.

2. Konversi
Adalah proses perubahan ukuran dan struktur senyawa hidrokarbon.

3. Treatment 
Adalah proses pengolahan untuk mempersiapkan hidrokarbon untuk pengolahan lanjutan atau menjadi produk akhir.

4. Formulasi
Adalah proses pencampuran antar fraksi hidrokarbon dan bahan aditif untuk menghasilkan produk akhir.

5. Proses lain
Termasuk mengolah limbah, recovery sulfur, produksi hidrogen, menghilangkan air asin dan proses pendukung lainnya. (Sumber: Wikipedia)

Hasil Distilasi

  • Distilat fraksi pertama berupa gas, kemudian dijadikan Liquefied Petroleum Gas (LPG)
  • Distilat fraksi kedua adalah nafta (gas bumi). Produk ini tidak bisa digunakan langsung, perlu pengolahan lebih lanjut agar menjadi bensin atau bahan petrokimia lainnya
  • Distilat fraksi ketiga merupakan pertengahan, selanjutnya diolah menjadi minyak tanah (kerosin) dan bahan bakar pesawat (avtur)
  • Distilat fraksi keempat adalah solar, bahan bakar mesin diesel
  • Distilat fraksi kelima adalah residu; biasanya merupakan hidrokarbon rantai panjang dan bisa diproses menjadi beberapa jenis produk senyawa karbon, dan sisanya adalah lilin dan aspal. (Sumber: blog.ruangguru.com)

Hasil Pengolahan minyak bumi tahap lanjut
Proses kilang minyak lanjutan ini cukup rumit. Meliputi proses cracking, perubahan struktur, pemutusan, penggabungan, formulasi dan lain-lain. Barangkali di lain kesempatan proses-proses tersebut bisa dibahas di situs ini.

Refinery Chemicals
Adalah bahan kimia yang diperlukan pada proses oil refinery (kilang minyak). Setiap tahap / unit memerlukan jenis refinery chemicals yang berbeda. Inilah daftar chemical yang dibutuhkan dalam setiap tahap beserta fungsinya.

  • Tahap persiapan (Desalter)
    • Demulsifier : Mencegah reemulsi minyak-air
    • Wetting agent : Mempercepat water drop
  • Tahap pemisahan (Distillation)
    • Anti foulant : Mencegah terjadinya fouling pada pre heat system
    • Netralizer: Mencegah terjadinya korosi di over head kolom CDU
    • Corrosion inhibitor & filming amine : Melapisi kolom CDU dan sistem proses lainnya untuk pencegahan korosi
    • Ammonium salt dispersant : Mencegah pengendapan garam ammonium
  • Tahap cracking / reforming
    • Catalist  : Ni / Mo Oxide
    • Sulfiding agent : DMDS / SulfrZol 54
  • Tahap perbaikan kualitas / treater
    • Katalis : Co / Mo Oxide
    • Sulfiding agent : DMDS / SulfrZol 54
  • Tahap delayed cooking
    • Silicon based antifoam : Mencegah foaming, di injeksikan di choke chamber
  • Fuel Additive
    • LPG deodorant : Menambah bau untuk mengantisipasi kebocoran (umum dipakai DMDS / ethyl atau buthyl mercaptant)
    • Anti oxydant : Mencegah terbentuknya gum (endapan) pada naphta dan polygasoline
    • Cetane improver : Lubricity improver (Meningkatkan lubricity di produk solar)
    • Copper strip corrosion inhibitor : Mencegah terbentuknya korosi pada Copper
    • Fuel biocide : Mematikan bakteri & jamur yang berada di solar
  • Amine unit
    • MDEA / TEA / DEA : Menyerap kandungan H2S / CO2 di gas LPG
  • Boiler unit dan cooling system

Untuk info lebih lanjut tentang proses kilang minyak dan oil refinery chemical silakan chat via WA.

Silakan share ke: