kimia batubara cegah coal self heating

Coal self heating adalah peningkatan suhu batubara yang terjadi dengan sendirinya, sehingga pada batas tertentu akan menjadi masalah. Mengapa ini harus menjadi perhatian Anda? Karena batubara yang dikirim melalui jalur laut menggunakan barge (tongkang) menuju mother vessel memiliki kriteria batas suhu kargo yang diizinkan, yakni tidak melebihi 55 derajat Celcius. Sedangkan batubara merupakan material organik yang dapat mengalami reaksi oksidasi jika terpapar langsung dengan oksigen.

Oksidasi batubara pada temperatur normal bersifat melepaskan energi dalam bentuk panas (eksotermik). Jika panas yang dihasilkan lebih besar dari panas yang dihilangkan melalui konduksi dan penguapan, maka akan terjadi peningkatan suhu dengan sendirinya atau coal self heating dan terjadi steaming. Jika temperatur self heating ini terus meningkat hingga melampaui suhu kritis batubara, maka akan terjadi swabakar (self combustion).

Permasalahan semacam ini tentu menjadi tantangan bagi industri batubara. Lalu bagaimana solusi untuk memecahkan permasalahan ini?

Permasalahan ini membutuhkan solusi kombinasi mekanikal dan chemical treatment di lapangan. Kombinasi ini bertujuan untuk menghambat proses oksidasi sehingga meminimalisir terjadinya coal self heating pada tumpukan batubara.

pemadatan batubara antisipasi coal self heating

Langkah yang dilakukan meliputi 3 tahap, yaitu:

  1. Pencegahan
  2. Monitoring
  3. Controlling

Pencegahan
Berikut adalah cara-cara yang sebaiknya dilakukan di stockpile pada tahap pencegahan coal self heating, yaitu:

  • Hindari adanya pemisahan ukuran partikel batubara (segregasi) pada tumpukan
  • Penyemprotan chemical self combustion inhibitor sebelum ditumpuk
  • Bentuk tumpukan batubara dibuat dalam bentuk horizontal dengan mengikuti layering
  • Dilakukan pemadatan stockpile per layer menggunakan alat berat seperti dozer atau excavator

Penyemprotan chemical self combustion inhibitor bertujuan untuk melapisi seluruh permukaan batubara sehingga tidak terekspos langsung dengan udara atau oksigen sehingga dapat meminimalisir terjadinya proses oksidasi.

Sedangkan proses pemadatan per layer bertujuan untuk meminimalisir adanya rongga udara dalam tumpukan dan menghindari segregasi ukuran.

Kombinasi aplikasi chemical dan pemadatan ini akan sangat baik untuk meminimalisir kenaikan suhu pada tumpukan batubara.

Monitoring
Tumpukan batubara harus selalu dimonitor untuk mengetahui bagaimana kondisi suhunya. Pengukuran suhu dapat dilakukan menggunakan alat thermocouple ataupun temperature gun. Namun sebaiknya menggunakan thermocouple supaya kita dapat mengetahui suhu di dalam tumpukan, karena sumber coal self heating terletak di dalam tumpukan bukan pada permukaan tumpukan. Suhu di bawah 50 derajat Celcius adalah suhu yang relatif aman. Jika suhu sudah di atasnya, perlu dilakukan penanganan segera.

penanganan coal self heating

Controlling
Ada beberapa cara penanganan pada stockpile batubara, yaitu:

  • Jika terdapat titik pada stockpile yang suhunya sudah di atas 60 derajat C, dapat dilakukan dengan cara menggali atau membuka titik yang sudah panas tersebut menggunakan excavator, lalu siramkan chemical dust suppressant sebagai penurun suhu. Jika sudah turun hingga di bawah 50 C, batubara dapat dikembalikan ke tumpukan dan lakukan kembali pemadatan menggunakan punggung bucket excavator
  • Jika terdapat titik yang sudah berasap (steaming) atau terbakar (self combustion) dengan skala kecil, pemadaman dapat dilakukan menggunakan stick nozzle dan tancapkan langsung ke titik panasnya menggunakan chemical coal fire suppressant
  • Jika pada tumpukan sudah terbakar dengan skala yang luas, gunakan bantuan excavator untuk membuka titik apinya lalu siramkan chemical coal fire suppressant hingga api padam

Diskusi lebih lanjut tentang chemical batubara untuk solusi coal self heating problem, silakan chat dengan kami.

Silakan share ke: