tanya jawab tentang coolant

Berikut ini adalah tanya jawab tentang coolant atau metalworking fluids yang menyangkut kualitas, jenis-jenis coolant, aturan dasar dalam aplikasi, dan contoh material keras dan lunak. Juga dibahas tentang pengaruh air dalam aplikasi coolant serja berbagai jenis air.

Mana yang lebih baik kualitasnya, coolant / metalworking fluid (MWF) yang ukuran partikelnya kecil atau besar?

Lebih baik yang kecil karena lebih bisa menjangkau sasaran. Jika benda kerja atau tool memiliki lubang-lubang kecil, maka MWF partikel kecil dapat masuk ke dalamnya sehingga dapat memberikan pendinginan atau pelumasan yang dibutuhkan.

Bagaimana aturan dasar dalam aplikasi coolant?

  • Coolant yang kadar oilnya rendah, dipakai untuk pendinginan. Sedangkan coolant dengan kadar oil tinggi digunakan untuk pelumasan
  • Material yang memerlukan pendinginan: material keras, dan kecepatan tinggi. Sedangkan yang memerlukan pelumasan: material lunak dan kecepatan rendah.

Apa saja yang termasuk material keras dan material lunak?

  • Material keras: Tool steel (baja), cast iron (besi cor)
  • Material lunak: Alloy Steels, Copper, Al, Zinc, Mg, Mild Steels dll

Berapa SFPM (Surface Feet Per Minute) yang dianggap kecepatan tinggi dan rendah?

Batas tinggi rendahnya kecepatan relatif, tergantung jenis material. Tapi secara umum, kecepatan di atas 400 SFPM dianggap tinggi. Dan di bawah 400 SFPM dianggap rendah.

Apa saja jenis-jenis coolant dan serinya?

  • Coolant Sintetik : C 115, C 270, C 275
  • Coolant Semi Sintetik : SC 230, SC 310, SC 9030
  • Emulsi: E 709, E 9010
  • Straight Oil : Cut 210

Mengapa penggunaan air sangat besar pengaruhnya terhadap kualitas larutan MWF?

Karena air yang digunakan prosentasenya sangat besar, yaitu 90% – 95%.

Apa saja jenis-jenis air?

  • Air Mentah (Raw water)
    Air yang tidak mengalami proses pengolahan untuk mengurangi kesadahan dan atau padatan terlarutnya.
  • Air dengan kesadahan rendah (Soft water)
    Air dengan kadar Kalsium dan Magnesium dibawah 60 ppm (sebagai CaCO3)
  • Air dengan kesadahan tinggi (Hard water)
    Air dengan kandungan Kalsium and Magnesium diatas 120 ppm (sebagai CaCO3)
  • Air Terlunakkan (Softening water)
    Air yang sudah mengalami proses pengolahan sehingga tidak memiliki kandungan Kalsium dan Magnesium, karena digantikan dengan Sodium.
  • Air Murni (DI Water atau Aquadest)
    Air yang bebas kandungan mineral and padatan terlarut.

Sampai jumpa di tanya jawab tentang coolant berikutnya. Jika Anda mau bertanya, silakan chat via WA.

Silakan share ke: