Water treatment plant pabrik kelapa sawit dimulai dari proses penyediaan air umpan boiler atau boiler feed water yang baik. Kegagalan dalam hal ini akan menyebabkan turunnya efisiensi boiler, kerusakan tube, rendahnya kemurnian steam dan keandalannya. Berikut ini adalah sitem diagram water treatment di pabrik kelapa sawit.

water treatment plant pabrik kelapa sawit

Water Base
Merupakan kolam penampungan air sungai atau air hujan. Di kolam ini terjadi pengendapan lumpur. Bagian atas dari kolam ini relatif bersih dan dialirkan menuju clarifier tank untuk proses lebih lanjut.

Clarifier Tank
Adalah tanki pengendapan yang dilengkapi sekat-sekat. Di tempat inilah proses water treatment plant pabrik kelapa sawit dengan bahan kimia dimulai. Adapun bahan kimia yang dipakai adalah soda ash & tawas. Soda Ash atau natrium carbonate dengan rumus kimia Na2CO3 berfungsi untuk mengatur pH di kisaran 6-7. Adapun tawas berfungsi sebagai koagulan, yaitu untuk mengumpalkan kotoran sehingga mengendap dalam dasar tangki.

Jika menggunakan flokulan, maka gunakan Caustic Soda (NaOH) sebagai pengatur pH-nya. Pada sistem pembentukan floc dibutuhkan kondisi dengan pH 5,5 s.d 6,2. Pemakaian NaOH memiliki dosis standar tersendiri. Dosis yang digunakan adalah 2 sampai dengan 5 ppm. Kondisi pH harus dijaga lebih dari 5,5 agar floc terbentuk dan pH harus kecil dari 6,2 agar floc yang terbentuk tadi tidak akan pecah lagi.

Pengadukan diperlukan, tapi kalau terlalu kencang malah bahaya karena dapat memecahkan rantai-rantai flokulan. Ini adalah tahap water treatment plant pabrik kelapa sawit yang perlu Anda cermati.

Sand Filter
Dari clarifyer tank, proses water treatment selanjutnya adalah di “Sand Filter.” Alat ini mengandung pasir halus untuk menyaring suspended solid. Untuk maintenance, backwash perlu dilakukan setiap hari. Dari sand filer menuju water tower.

Water tower
Ketinggiannya kurang lebih 15 meter, terbuat dari mild steel. Dari water tower selanjutnya menuju cation exchange tank.

Cation Exchange Tank
Adalah tangki penukar ion yang berisi resin kation. Fungsinya adalah untuk mengurangi kesadahan (Ca2+ dan Mg2+). Mengurangi alkalinitas dari garam-garam alkali, mengurangi dissolve solid. Adapun regenerasi resinnya menggunakan H2SO4

Degasifier Tank
Tangki ini berfungsi untuk menghilangkan gas CO2 sehingga dapat meminimalisasi terjadinya korosi yang disebabkan oleh CO2. Dari degasifier tank selanjutnya masuk ke tanki penukar anion.

Anion Exchange Tank
Adalah tangki penukar anion. Prosesnya juga menggunakan resin. Fungsinya untuk menyerap H2SO4, H2CO3, H2SiO2 yang terbentuk pada tangki penukar kation. Juga untuk menghilangkan garam-garam mineral. Regenerasi resinnya menggunakan NaOH. Air yang dihasilkan dari tangki ini kemudian dikirim ke feed water tank yang selanjutnya digunakan untuk umpan boiler.

Setiap bagian yang telah disebutkan di atas harus mendapat treatment dan pengawasan yang baik agar tidak menimbulkan masalah pada boiler Anda.

Itulah ulasan tentang water treatment plant pabrik kelapa sawit tahap awal. Adapun tahap berikutnya adalah penggunaan boiler chemical yang meliputi scale inhibitor, oxygen scavenger dan corrosion inhibitor.

Silakan share ke: